Liburan panjang telah tiba.. Awal tahun harus penuh semangat dan mempunyai revolusi baru yaa.. iya
Bagi saya tahun baru sama saja.. yaa cuma beda tahun doang.. untuk tunjangan gaji apalagi kehidupan baru juga enggak juga..yaa dijalanin aja
Tapi emang dasar ini pikiran maunya jalan - jalan terus ya. Kebetulan liburan tahun itu diperpanjang dengan libur 1 muharam. Dan teman kampus ada yang mengajak saya untuk naik gunung di daerah bogor, awalnya saya ragu sebab teman saya bilang yang ikut teman-temannya dia yang saya tidak kenal.. maklum saya ga bisa jalan sama orang yang baru kenal bukan karena manja atau penakut,tapi saya tidak bisa beradaptasi langsung dengan orang yang baru dikenal
Singkat cerita saya terima ajakan teman saya. Awalnya saya tidak tahu gunung mana yang kami naiki.. setelah saya cari di mbah google ternyata masih di daerah parung dan kita berangkat.
Perjalanan kita kesana menggunakan sepeda motor dimana saya bersama teman saya perempuan berboncengan ya karena itu kita menamakan single fighter *lagi-lagi curhat*..
Karena rumah kami yang berbeda-beda jadi titik temu kami di sevel margonda dan saat kami menuju kesana kami kehujanan, Awalnya saya tidak mengetahui jika kita menginap di sevel.. saya pikir teman saya bercanda mengatakannya ternyata benar dan itu pengalaman pertama saya seperti itu, dan saat jam 1 dini hari kami melanjutkan perjalanan ke daerah parung tepatnya desa rumpin jawa barat.. ya lagi-lagi diguyur hujan apalah kami ini hanya memakai sepeda motor yang belum lagi jalanan nya rusak dan lucunya sepeda motor yang kami gunakan dalam 1 merk dan 1 warna.. entah itu sekalian mau iklan atau memang sudah pasaran sepeda motor seperti itu.
Ketika hujan turun kami neduh di warung yang bisa dibilang cukup baik untuk kami singgahi, ini pengalaman kedua saya saat singgah di warung tersebut.. pemilik warungnya baik dan ramah bahkan kita dijelaskan keadaan sekitar gunung yang akan kita naiki, kita disuruh kesana untuk setelah adzan subuh karena mengingat jalur sana yang benar-benar rawan untuk kita lewati.. Setelah adzan subuh kita mulai untuk melanjutkan perjalanan, dan tujuan kita kesana adalah melihat matahari terbit tapi apa daya manusia hanya bisa merencanakan Tuhan lah yang menentukan, mataharinya sudah terbit meninggalkan kita yang baru ingin naik ke puncaknya.
Yaa jadilah kita naik saat benar-benar jam orang sarapan :).. disepanjang perjalanan tak ada hentinya kita berbincang bercanda ada saja yang ditertawakan. Padahal untuk saya sendiri baru kenal sama mereka hahahaha
Lebih kurang 1 jam sih kita naik ke atas
Dan tak pernah ada kata nyesel kalo udah naik mah.. sayangnya memori hp saya tidak saya kosongkan sebelumnya padahalkan baguss banget
Nah pada saat kita turun disini yang buat kita bener-bener merasa takut
Saat kita turun ada 2 orang pemuda gitu dengan penampilan preman bawa belati minta uang sama salah satu diantara kita.
Karena temanku ini engga mau kasih yaudah kita diikutin sampai warung di pertengahan gunung.. serem yaa sampe kita ga berani turun sendirian .. kata ibu penjaga warungnya sih preman itu bukan warga rumpin karena warga rumpin ga ada yang berani bertindak seperti itu
Yaa akhirnya kita turunnya bareng rombongan lainnya tapi dengan jalur berbeda. Dengan jalur yang lebih lama tapi liat pemandangan yang jauh lebih indah dari jalur sebelumnya.. aaah indahnya Indonesia
Sekian cerita perjalanan saya, masih banyak kekurangan yang tertuliskan di blog ini.. harap maklum ya teman. Cuma ada himbauan aja. Jika nanti kalian pergi naik gunung seperti ini di harapkan rombongan laki-lakinya diperbanyak yaa buat melindungi para wanita yang ikut dalam rombongan juga. :)
Maaf ya fotonya dikit.. saya lupa kalo fotonya sudah saya pindahkan. :(
